KEGIATAN ESKUL
Kegiatan ekskul yang ada di SMP Islam Taufiqurrahman diantaranya adalah ekskul PMR (Palang Merah Remaja), Ekskul Pramuka (Praja Muda Karena), ekskul Putsal, Ekskul Jaringan Komputer (Jarkom), ekskul Tari Tradisional, ekskul Pencak Silat dan ekskul lainnya. Untuk setiap tahunnya, ada penambahaan atau pengurangan kegiatan ekskul tergantung dari minat dan bakat siswa yang tersalurkan.
Ekskul Pencak Silat. Ekskul ini diadakan setiap hari sabtu pagi dari jam 08:00 sampai dengan selesai. Eksul pencak silat dibimbing dan dibina oleh guru SMP Islam Taufiqurrahman yaitu Bapak Drs. Saarih. Latihan rutin yang diadakan disekolah diikuti oleh siswa kelas VII-IX. Setiap kenaikan tingkat atau dikenal dengan sebutan kenaikan sabuk akan diuji kemampuan peserta.
Ekskul yang ada
Ekskul yang ada di SMP Islam Taufiqurrahman untuk Tahun 2025-2026 adalah (1) Pencak Silat (2) Jarkom (3) Putsal (4) PMR (5) Pramuka dan (6) Tari Tradisional

Ekskul Silat
Ekskul Pencak silat merupakan ekskul yang ada untuk perkembangan kesehanan jasmani dalam hal bela diri & seni oleh keterampilan gerak, ketangkasan.

Ekskul Jarkom
Perkembangan teknologi (IT) semakin maju harus diiringi dengan praktek dan materi tentang komputer, perkembangan jaringan, website, design dan lainnya.

Ekskul Putsal
Ekskul ini menumbuhkan olah raga menendang bola, menggiring bola, keterampilan memainkan bola. Tujuannya mengolah gerak seluruh badan

Ekskul PMR
PMR melatih siswa untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Siswa diberikan cara menolong sesama dengan intruksi, pengambilan keputusan dan tindakan pada pertolongan pertama untuk membantu secara benar.

Ekskul Pramuka
Ekskul ini mendidik mental siswa menjadi lebih kuat, lebih mandiri, lebih bersosialisasi dengan sesama. Kegiatan ini juga melatih keterampilan ketangkasan, Kecepatan dan keterpan dalam bertindak di alam terbuka.

Ekskul Tari Tradisional
Ekskul ini membawa siswa dalam mengolah kebugaran seni, kelincahan gerak-gerak terutama dalam mengambil budaya daerah yang ada di Indonesia dengan gerak yang berbeda sebagai cermin budaya.